mungkin teman2 semua masih sedikit asing dengan nama ini, menurut kutipan dari Wikipedia ; Autoimunitas adalah kegagalan suatu organisme untuk mengenali bagian dari dirinya sendiri sebagai bagian dari dirinya, yang membuat respon kekebalan melawan sel dan jaringan miliknya sendiri. Beberapa penyakit yang dihasilkan dari kelainan respon kekebalan ini dinamakan penyakit autoimun. Contohnya meliputi penyakit Coeliac, diabetes melitus tipe 1, Systemic Lupus Erythematosus, Sjögren’s syndrome, Churg-Strauss Syndrome, Hashimoto’s thyroiditis, Graves’ disease, idiopathic thrombocytopenic purpura, dan rheumatoid arthritis (RA).
dalam tulisan ini gw ga ngerti semua istilah medis dan tetekbeneknya, tapi yg gw tau, orang yg divonis dengan anugrah penyakit ini, pastiya adalah manusia istimewa yg berjiwa optimis dan selalu punya semangat hidup dan tangguh.
Dinda Anantha Wuri. dia adalah satu dari sekian banyak penderita penyakit ini, menurut dy nama penyakitnya adalah Lupus eritematosus sistemik, yg jika diartikan melalui wikipedia adalah : Lupus,sebutan umum dari suatu kelainan yang disebut sebagai Lupus Erythematosus.Dalam istilah sederhana, seseorang dapat dikatakan menderita penyakit Lupus Erythematosus saat tubuhnya menjadi alergi pada dirinya sendiri. Lupus adalah istilah dari bahasa Latin yang berarti Serigala. Hal ini disebabkan penderita penyakit ini pada umumnya memiliki butterfly rash atau ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi yang serupa di pipi Serigala, tetapi berwarna putih. Penyakit ini dalam ilmu kedokteran disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang seluruh tubuh atau sistem internal manusia. Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit ini adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS. Pada Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Dengan demikian, Lupus disebut sebagai autoimmune disease (penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan).
satu hal yg gw belajar dari penyakit ini adalah, orang yg dianugerahkan penyakit ini pastinya adalah sosok yg optimis dan tidak mudah menyerah, serta sangat marah jika diperlakukan berbeda karena penyakitnya ini. sebab dalam beberapa kali kesempatan pendakian yg gw jalanin bersama Dinda, ada kalanya dy sangat marah jika kita dianggap terlalu meremehkan kemampuan fisiknya, dan yg membuatnya sangat istimewa bwt kami adalah kemampuannya untuk mensugesti dan memotivasi kami untuk menjadi lebih kuat. sebab menurutnya :
“jika hal itu tidak membunuhmu, maka itulah yg akan menguatkanmu”
setiap kali ingat dia, pasti keinget juga katakata itu.
namun suatu kali ada saatnya juga dy butuh dorongan semangat dari orang2 terdekatnya, adalah saat saat dimana kejenuhan mengkonsumsi obat2an yg selalu setia menemaninya beberapa tahun belakangan mulai mendera, situasi dmn cuma harapan dan ketakutan yg silih berganti menghantui tidurnya, dan merasakan betapa detik waktu begitu lambat berputar untuk mencabut nyawanya, dan dy ga pernah menangis menghadapi itu semua, malah kekuatan optimismenya justru semakin menguat setelah melewati hal seperti itu..
Dinda, sosok perempuan berpipi kuning pertama yg gw kenal, seorang petualang nasib, serta selalu percaya bahwa tak ada penyakit yg diturunkan tanpa obat, dan berkat semangat dan harapannya akan hiduplah yg masih mampu membuatnya berdiri sampai detik ini, sampai kuputuskan hubungan telepon dengannya…
“we always miss each other”
ternyata, sekian tahun berselang setelah Dinda menikah dan hijrah ke kota lain, gw kembali kenal dengan seseorang yg belakangan membuka diri dan bercerita tentang anugerah penyakit yg sama seperti Dinda, gw ga harus menuliskan namanya disini, karena gw udah janji untuk tidak menceritakan tentang penyakitnya ini ke orang lain, mungkin gw adlah satu dari sedikit orang yg beruntung dapat diberi kepercayaan untuk menyimpan rahasia ini.
sangat terkejut adalah hal yg wajar jika mendapat kabar tentang sebuah penyakit langka yg bersemayam di tubuhnya, perasaan yg sama ketika dulu gw denger dokter di RS.Mintoharjo yg dulu memeriksa kondisi Dinda sepulang kami Hiking ke Gunung Semeru. tapi rasa keterkejutan ini ga berlangsung lama, karena gw tahu, biar seterkejut apapun reaksi lo, penyakit itu akan tetap ada.
sedikit pengalaman sebelum dengan teman yg menderita penyakit ini, gw yg langsung tahhu betapa penyakit ini sulit disembuhkan dan mungkin bisa seumur hidup seorang penderitanya menanggung anugerah ini.
“dan Alloh SWT tidak akan menurunkan ujian melampaui kemampuan hambanya“
dunia ini memang tak pernah adil, selalu ada rasa kecewa, sedih, dan marah pada kondisi dimana keadaan sungguh terjadi melampaui apa yg kita inginkan, dari situlah kadar keimanan kita diuji untuk menjadi manusia manusia berbaju taqwa yg selalu berserah pada Sang Pemilik Hidup
“biar harapan itu cuma sedikit tapi cuma itu yg bisa memberi arti di sisa usiamu, dan peliharalah baik baik rasa beranimu, sebab hanya itu yg bisa menguatkanmu“
sudah pasti yg namanya penyakit harus di obati, walaupun harapan untuk sembuh total itu sangat kecil setidak-tidaknya kita dapat menghambat perkembangan si Auto…dan selain obat-obatan yg harus dikonsumsi, semangat untuk sembuh dari dalam diri juga harus dikembangkan utuk melawan penyakitnya,
semangat, harapan, dan doa cuma itu yg bisa gw persembahkan, sebab gw tahu tak ada yg sanggup menyelamatkannya kecuali dirinya sendiri dan kehendak dari Alloh SWT,
berbagi semangat setiap pagi dengannya adalah hal yg sangat menyenangkan biar cuma sekadar lewat sms, memupuk harapan di setiap pertemuan kemudian menjadikannya tersenyum dan tertawa adalah hal positif yg gw yakini bisa sedikit meyakinkannya bahwa dy ga sendiri menghadapi si Auto, dan sedikit persembahan doa di akhir tahhiyatt tak lupa selalu gw panjatkan agar selalu menguatkan keyakinan di diri gw sendiri bahwa Alloh SWT akan dapat memberikan jalan hidup yg terbaik baginya.
“ya Alloh SWT cuma padamu kami berharap dan meminta, sebab engkau Maha Pemberi sebab kami tak tahu diri”
Harapan itu milik para Pemberani, yg tak gentar pada pahitnya kenyataan atau vonis dokter yg kejam. dan hari ini, telah meninggal dunia salah seorang sosok pemberani itu, Dinda akhirnya rebah terbebas dari pahitnya obat-obatan, dan manisnya harapan yg selalu di pegang teguh selama ini. semangat dan harapannya telah membawanya ke garis finish yg telah lama diidamkannya, dan tak ada seorangpun yg berani mempertanyakan keberaniannya dalam mengarungi semua mimpi dan harapannya, semua petualangan nasibnya adalah pelajaran bagi semua jiwa-jiwa pemberani lainnya, bahwa hidup bukan hanya sekedar menerima nasib dan menantangnya, tapi lebih dari sekedar itu. petualangan nasibnya adalah inspirasi yg mengajarkan bahwa keberanian hidup tak pernah bisa dikalahkan oleh apapun dan siapapun, dan hasil akhir dari petualangannya meninggalkan banyak bekal untuk direnungi dan dijadikan pelajaran bahwa perjalanan manusia di muka bumi adalah untuk jadi berguna bagi oranglain dan berarti bagi orang yg selalu menyayangi kita. sampai berjumpa kelak di keabadian, dimana harapan dan doa telah bermuara, dan kita tak perlu lagi takut pada dusta dan fitnah.
-hadiah ulang tahunku kali ini adalah kebahagianmu, hari dimana biasanya ada kecupan hangat dan manisnya doa yg kau persembahkan. dan beruntungnya aku masih sempat kau anugerahkan kebahagian itu walau datangnya lebih cepat dan jadi yg terakhir-



