autoimundesease


mungkin teman2 semua masih sedikit asing dengan nama ini, menurut kutipan dari Wikipedia ;  Autoimunitas adalah kegagalan suatu organisme untuk mengenali bagian dari dirinya sendiri sebagai bagian dari dirinya, yang membuat respon kekebalan melawan sel dan jaringan miliknya sendiri. Beberapa penyakit yang dihasilkan dari kelainan respon kekebalan ini dinamakan penyakit autoimun. Contohnya meliputi penyakit Coeliac, diabetes melitus tipe 1, Systemic Lupus Erythematosus, Sjögren’s syndrome, Churg-Strauss Syndrome, Hashimoto’s thyroiditis, Graves’ disease, idiopathic thrombocytopenic purpura, dan rheumatoid arthritis (RA).

dalam tulisan ini gw ga ngerti semua istilah medis dan tetekbeneknya, tapi yg gw tau, orang yg divonis dengan anugrah penyakit ini, pastiya adalah manusia istimewa yg berjiwa optimis dan selalu punya semangat hidup dan tangguh.

Dinda Anantha Wuri. dia adalah satu dari sekian banyak penderita penyakit ini, menurut dy nama penyakitnya adalah Lupus eritematosus sistemik, yg jika diartikan melalui wikipedia adalah : Lupus,sebutan umum dari suatu kelainan yang disebut sebagai Lupus Erythematosus.Dalam istilah sederhana, seseorang dapat dikatakan menderita penyakit Lupus Erythematosus saat tubuhnya menjadi alergi pada dirinya sendiri. Lupus adalah istilah dari bahasa Latin yang berarti Serigala. Hal ini disebabkan penderita penyakit ini pada umumnya memiliki butterfly rash atau ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi yang serupa di pipi Serigala, tetapi berwarna putih. Penyakit ini dalam ilmu kedokteran disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang seluruh tubuh atau sistem internal manusia. Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit ini adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS. Pada Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Dengan demikian, Lupus disebut sebagai autoimmune disease (penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan).

satu hal yg gw belajar dari penyakit ini adalah, orang yg dianugerahkan penyakit ini pastinya adalah sosok yg optimis dan tidak mudah menyerah, serta sangat marah jika diperlakukan berbeda karena penyakitnya ini.  sebab dalam beberapa kali kesempatan pendakian yg gw jalanin bersama Dinda, ada kalanya dy sangat marah jika kita dianggap terlalu meremehkan kemampuan fisiknya, dan yg membuatnya sangat istimewa bwt kami adalah kemampuannya untuk mensugesti dan memotivasi kami untuk menjadi lebih kuat.  sebab menurutnya :

“jika hal itu tidak membunuhmu, maka itulah yg akan menguatkanmu”

setiap kali ingat dia, pasti keinget juga katakata itu.

namun suatu kali ada saatnya juga dy butuh dorongan semangat dari orang2 terdekatnya,  adalah saat saat dimana kejenuhan mengkonsumsi obat2an yg selalu setia menemaninya beberapa tahun belakangan mulai mendera, situasi dmn cuma harapan dan ketakutan yg silih berganti menghantui tidurnya, dan merasakan betapa detik waktu begitu lambat berputar untuk mencabut nyawanya,  dan dy ga pernah menangis menghadapi itu semua, malah kekuatan optimismenya justru semakin menguat setelah melewati hal seperti itu..

Dinda, sosok perempuan berpipi kuning pertama yg gw kenal, seorang petualang nasib, serta  selalu percaya bahwa tak ada penyakit yg diturunkan tanpa obat, dan berkat semangat dan harapannya akan hiduplah yg masih mampu membuatnya berdiri sampai detik ini,  sampai kuputuskan hubungan telepon dengannya…

“we always miss each other”

ternyata, sekian tahun berselang setelah Dinda menikah dan hijrah ke kota lain, gw kembali kenal dengan seseorang yg belakangan membuka diri dan bercerita tentang anugerah penyakit yg sama seperti Dinda, gw ga harus menuliskan namanya disini, karena gw udah janji untuk tidak menceritakan tentang penyakitnya ini ke orang lain, mungkin gw adlah satu dari sedikit orang yg beruntung dapat diberi kepercayaan untuk menyimpan rahasia ini.

sangat terkejut adalah hal yg wajar jika mendapat kabar tentang sebuah penyakit langka yg bersemayam di tubuhnya, perasaan yg sama ketika dulu gw denger dokter di RS.Mintoharjo yg dulu memeriksa kondisi Dinda sepulang kami Hiking ke Gunung Semeru.  tapi rasa keterkejutan ini ga berlangsung lama, karena gw tahu, biar seterkejut apapun reaksi lo, penyakit itu akan tetap ada.

sedikit pengalaman sebelum dengan teman yg menderita penyakit ini, gw yg langsung tahhu betapa penyakit ini sulit disembuhkan dan mungkin bisa seumur hidup seorang penderitanya menanggung anugerah ini.

“dan Alloh SWT  tidak akan menurunkan ujian melampaui kemampuan hambanya

dunia ini memang tak pernah adil, selalu ada rasa kecewa, sedih, dan marah pada kondisi dimana  keadaan sungguh terjadi melampaui apa yg kita inginkan, dari situlah kadar keimanan kita diuji untuk menjadi manusia manusia berbaju taqwa yg selalu berserah pada Sang Pemilik Hidup

“biar harapan itu cuma sedikit tapi cuma itu yg bisa memberi arti di sisa usiamudan peliharalah baik baik rasa beranimu, sebab hanya itu yg bisa menguatkanmu

sudah pasti yg namanya penyakit harus di obati, walaupun harapan untuk sembuh total itu sangat kecil setidak-tidaknya kita dapat menghambat perkembangan si Auto…dan selain obat-obatan yg harus dikonsumsi, semangat untuk sembuh dari dalam diri juga harus dikembangkan utuk melawan penyakitnya,

semangat, harapan, dan doa cuma itu yg bisa gw persembahkan, sebab gw tahu tak ada yg sanggup  menyelamatkannya kecuali dirinya sendiri dan kehendak dari Alloh SWT,

berbagi semangat setiap pagi dengannya adalah hal yg sangat menyenangkan biar cuma sekadar lewat sms, memupuk harapan di setiap pertemuan kemudian  menjadikannya tersenyum dan tertawa adalah hal positif yg gw yakini bisa sedikit meyakinkannya bahwa dy ga sendiri menghadapi si Auto,  dan sedikit persembahan doa di akhir tahhiyatt tak lupa selalu gw panjatkan agar selalu menguatkan keyakinan di diri gw sendiri bahwa Alloh SWT akan dapat memberikan jalan hidup yg terbaik baginya.

“ya Alloh SWT cuma padamu kami berharap dan meminta, sebab engkau Maha Pemberi sebab kami tak tahu diri”

Harapan itu milik para Pemberani, yg tak gentar pada pahitnya kenyataan atau vonis dokter yg kejam. dan  hari ini, telah meninggal dunia salah seorang sosok pemberani itu, Dinda akhirnya rebah  terbebas dari pahitnya obat-obatan, dan manisnya harapan yg selalu di pegang teguh selama ini.  semangat dan harapannya telah membawanya ke garis finish yg telah lama diidamkannya, dan tak ada seorangpun yg berani mempertanyakan keberaniannya dalam mengarungi semua mimpi dan harapannya, semua petualangan nasibnya adalah pelajaran bagi semua jiwa-jiwa pemberani lainnya, bahwa hidup bukan hanya sekedar menerima nasib dan menantangnya, tapi lebih dari sekedar itu.  petualangan nasibnya adalah inspirasi yg mengajarkan bahwa keberanian hidup tak pernah bisa dikalahkan oleh apapun dan siapapun, dan hasil akhir dari petualangannya meninggalkan banyak bekal untuk direnungi dan dijadikan pelajaran bahwa perjalanan manusia di muka bumi adalah untuk jadi berguna bagi oranglain dan  berarti bagi orang yg selalu menyayangi kita.  sampai berjumpa kelak di keabadian, dimana harapan dan doa telah bermuara, dan kita tak perlu lagi takut pada dusta dan fitnah.

-hadiah ulang tahunku kali ini adalah kebahagianmu, hari dimana biasanya ada kecupan hangat dan manisnya doa yg kau persembahkan. dan beruntungnya aku masih sempat kau anugerahkan kebahagian itu walau datangnya lebih cepat dan jadi yg terakhir-

rindu


rinduku cuma satu tak terbelah, tak terbagi, utuh tak jadi dua dibawah cahaya tak jadi habis ditelan malam kekal. dan cuaca berubah klausa..

By danangradametal Posted in poem

sabar


akankah,

cinta akan terbukti benar

bila, yg menaruhnya

tahu menaruh sabar

By danangradametal Posted in poem

Link Download Lengkap Panduan dan Software CCTV & Fingerprint


Link di Box Net   Software complete Se21 V4.0.1.05 http://www.box.net/shared/6r526lksfy   Software complete Se21 V4.0.1.06 http://www.box.net/shared/8dd1psp7tc     Software complete SE21 V4.2.0.01 http://www.4shared.com/file/SBmNjyc-/Time_Attendance_42001_Setup_-_.html     Software complete SE21 V4.2.0.02 http://www.4shared.com/file/Ilut53T4/Time_Attendance_42002_Setup_-_.html     Software complete SE21 V4.2.0.03 http://www.4shared.com/file/TbLH55Ty/Time_Attendance_42003_Setup_-_.html     Software … Continue reading

Ternate


assalammualaykum…

Timur Indonesia lagi, ya

akhirnya gw  ke Ternate, kota yg selalu ingin gw kunjungi, kota yg serasa memiliki ikatan emosional yg sangat kuat, karena tak jauh dari sana tinggal adik dari bokap gw yg seumur hidup belum pernah gw lihat wajahnya, dan beliau tinggal di pulau Halmahera, sebelah Utara dari pulau Ternate,  sekitar satu jam berkendara perahu sped kapasitas 12 penumpang menembus laut Halmahera.

Tak ada keraguan saat gw ambil kesempatan untuk melakukan instalasi di unit Ternate, ga ada bayangan susah ato takut sedikit pun saat spontan gw iyakan permintaan si bos.  semuanya terkalahkan oleh luapan rindu kepada my aunty tercinta,

hari sudah siang ketika gw injakan kaki di bandara Sultan Babullah Ternate,  perbedaaan waktu dengan Jakarta adalah 2 jam disini, sungguh terasa memang.  dan perjalanan dari Jakarta pun ga senyaman biasanya, sebab pesawat Boeing yg gw tumpangi hanya mengantar sampai Manado, lalu berganti pesawat jenis Dornier yg berkapasitas lebih kecil untuk menuju Ternate. klo kalian pernah baca cerita gw waktu ke ruteng,mungkin kalian akan sedikit paham kenapa ga nyaman naik pesawat kecil, ah sudahlah…
cuma sedikit bandara di Indonesia yg posisi landasan dan ruang tunggunya beda tinggi,bandara sultan babullah ternate ini salah satunya,

dimana langit dipijak,disitu bumi dijunjung

perkenalan dengan bang heri,seorang lawyer dari jakarta ternyata sangat menguntungkan. olehnya gw diantar sampai ke lokasi kerja dikota ini, menurut ceritanya dy adalah seorang kontraktor proyek menara BTS.

ga ada yg gw kerjain dikota ini, klo berbasa basi busuk termasuk kategori kerja, kerja yg seperti apa itu??

harusnya tadi gw langsung nyebrang ke pulau halmahera mumpung langit masih terang dan laut belum bergejolak,
tapi yah baiknya gw nginap semalam dulu saja disini, lalu besok pagi nya terusin petualangan ke halmahera…

malam disini sangat berbeda dengan kota² di timur Indonesia lainnya, sebut saja Ambon,kupang ato beberapa kota di Papua, tak ada hingar bingar kehidupan malam disini, senja terasa begitu khidmat disela debur ombak,angin pantai,dan azan maghrib…

sayang, listrik disini belum seberuntung di Ruteng yg sudah punya pembangkit sendiri, pasokan listrik sangat minim disini,itu sebabnya ketika hujan bisa dipastikan listrik pasti padam disini. daripada bengong bego dikamar hotel ini enaknya keluar bersantai di tepi pantai.
segelas Guraka, seporsi kacang goreng, dan pisang goreng serta dhabu² jadi teman yg asyik disela hujan deras yg turun di pinggir pantai ini, ditambah manisnya buah duren yg ga kalah mantapp rasanya seperti di mangga besar, tapi tentu saja harganya lebih murah disini.

sayup sayup terdengar suara pengajian ditengah riuhnya hujan yg bergema di atas kota, malam dikota ini sungguh nyaman sekali untuk dinikmati setiap detiknya, biar itu cuma ditemani kerasnya tiupan angin dan aroma lautnya.

sungguh mudah sekali menemukan masjid disini, tidak seperti kota² di timur nusantara lain yg pernah gw kunjungi sebelumnya.

Pelabuhan Bastiong pagi hari pukul 8, seporsi nasi kuning lengkap dengan telur bulat dan sepotong besar pindang cakalang, diakhiri secangkir kopi robusta tanpa gula.  terasa penuh di lidah ini sambil menunggu   kapal fery yg akan berangkat ke Sidangoli jam 9.

Pelabuhan yg tidak terlalu ramai karena hanya ada tiga kapal Fery yg beroperasi dengan rute Ternate-Tidore-Ternate- Sidangoli-Ternate dan Manado-Ternate.  cuaca yg cukup cerah sedikit melegakan hati ini, setelah semalam ombak besar dan hujan deras yg mengguyur ternate, suasan afery yg tidak terlalu riuh, dan ini pengalaman gw naik perahu Fery, sungguh betapa sangat berbeda dengan apa yg ada dibayangan gw sebelumnya tentang ketidaknyamanan naik angkutan laut massal yg satu ini, dari atas fery bisa terlihat jelas posisi pulau ternate dan tidore persis seperti digambar uang pecahan 1000 rupiah.

hari sudah cukup siang dan perut sudah mulai keroncongan ketika sampai di Sidangoli, salah satu dari bagian kerajaan Islam di Maluku utara Kesultanan Sidangoli dan Kesultanan Sofifi mungkin kalah tenar jika dibandingkan dengan Kesultanan Tidore dan Kesultanan Ternate, namun andil dan peran dari semua Kesultanan di Maluku Utara adalah seimbang dan mempunyai hak yg sama dalam mengatur hubungan bermasyarakat.

dan akhirnya om Faisal datang menjemput, setelah cukup lama nunggu di ruang tunggu pelabuhan yg dihuni dua ekor kambing, sosok berpostur besar dengan hidung khas Maluku yg besar pula datang mengahampiri memeluk erat,  ahh, ini adalah pertemuan gw yg pertama kali dengan beliau, dan tentu saja gw ga sabar bwt memeluk my aunty tercinta nanti.

dari kejauhan nampak berdiri sesosok perempuan paruh baya, sekilas sempat gw kenali bentuk rahang kepunyaan bokap gw, ya…ga salah lagi, beliau pasti tante Yati, seorang perempuan jawa yg bertahun-tahun jauh dari tanah kelahirannya sendiri, seorang yg gw kenal sosoknya cuma dari cerita bokap ama nyokap gw, seorang yg dulu sempat bantu nyokap gw ketika baru dilahirin….ahh betapa begitu cepat perasaan haru ini menjalar di ruang dada,  tangannya yg mulai berkeriput langsung kucium takzim, aroma tubuhnya yg langsung menyergap saat kami berpeluk erat,  dan tak ada keraguan lagi saat beliau bertubi tubi menciumi pipi gw…

 

lihat..betapa miripnya kami, sungguh beruntung perjalanan kali ini, karena gw sanggup menemui seseorang yg sudah lama gw rindukan…

Bali


ceritanya waktu ke bali ini kita berempat, 3 orang lelaki ancur plus 1 perempuan sarap, tujuan awal kita ke bali adalah Gunung Agung, gunung berketinggian 3,142 meter di pulau Bali ini seolah2 menjadi magnet yg sangat kuat bwt kita, yg cuma punya modal nekat & dengkul yg sehat.

ada dinda, perempuan sarap yg masih keturunan ningrat.  milo, si biang kerok dari depok yg pernah nantangin preman terminal baranangsiang.  sandy, calon dukun ilmu abu-abu yg tergila-gila batu akik. dan  gw, yg baru lulus stm dan masih proses pencarian jatidiri. gw yg paling muda, Sandy yg paling tua, Dinda yg paling cakep, Milo yg paling galak

perjalanan ke bali kita tempuh via darat, naik kereta ekonomi ke Surabaya yg perjalanannya sekitar sehari – semalem.  Kereta berangkat jam 12 siang dari stasiun Senen sampai di stasiun Gubeng sekitar jam 5 subuh,  terus  masih disambung kereta jam 7 pagi tujuan Banyuwangi.  selama perjalanan itu juga gw di cekokin masakan Rawon, yg rasanya parah…sampai di stasiun Banyuwangi hari udah sore waktu itu, tapi kita tetep jalan ke Pelabuhan fery Ketapang yg jaraknya sekitar 300 meter, dekat tapi rasanya sungguh teramat panjang, selain badan yg sudah lelah di jalan,di tambah beban carier di pundak yg terasa sangat berat kali ini.

Karena waktu itu suasana kota Banywangi sedang gempar dengan kehadiran ninja-ninja yg membantai orang yg di sangka dukun santet, maka kita sepakat untuk tidak berlama-lama disini, jadi diputuskan malam ini juga kita nyebrang ke Gilimanuk.  Beruntung pelabuhan ini sudah beroperasi 24 jam penuh, dengan ketersedian fery yg berangkat tiap jamnya dengan syarat kondisi ombak yang mendukung.

Serasa Amnesia sementara, gw ga ingat samasekali perjalanan fery dari Gilimanuk ke Ketapang.  Angin laut yg terasa dingin di tambah perut yg masih bergejolak akibat kuah rawon cukup ampuh membuat kita bermalam di pelataran pelabuhan Ketapang.  “memang baiknya kita beristirahat saja disini sambil menunggu hari terang”, kata-kata itu yg terakhir gw denger dari Sandy sebelum akhirnya tidur. malam ini cuma gw yg tidurnya engga di sift, sedang yg lainnya tidur bergantian tiap 2 jamnya.

Pagi yg hangat, pelabuhan yg riuh, dan kita asing bau tubuh masing-masing.  Cuma sekali ini kita sempatkan mandi di tengah perjalanan naik gunung.  Selain manfaat mandi pagi yg bagus bwt kesehatan ternyata mandi juga bisa mendongkrak kepedean.

Pantangan

Setiap gunung pasti selalu punya pantangan. Sebelum naik bis ke arah Karangsem kita sempat ngobrol ngobrol sama seorang sopir bus.  Komang namanya, pria paruh baya ini menceritakan beberapa pantangan di gunung Agung yang disakralkan oleh masyarakat setempat dan mempunyai nilai transcendental dengan keberadaannya sebagai tempat persembahan. Terdapat beberapa hal yang diyakini oleh masyarakat setempat untuk tidak melakukan sesuatu dalam mendaki gunung ini. Perempuan yang sedang datang bulan tidak diperbolehkan mendaki gunung ini. Termasuk juga perbekalan makanan yang terbuat atau mengandung daging sapi tidak diperkenankan untuk dibawa dan satu lagi yang mungkin sedikit aneh terdengar adalah sangat dianjurkan untuk mendaki dalam jumlah anggota yang genap.  pantangan yg cukup masuk akal, mengingat beberapa pantangan-pantangan aneh di gunung yg sudah kami daki sebelumnya.

Berubah pikiran

Entah jin jenis apa yg merasuk ke si dinda,,tibatiba saja mukanya berubah bengis sambil teriak histeris ”GA ACI…” sambil nunjuk nunjuk muka Komang,  hampir aje muka Komang dicakar pake kukunya yg udah kumel kena daki backpack.  Klo udah begini biasanya dihadiahi sehelai so*tek pasti cukup bwt ngeredam emosinya yg serupa singa betina.  Yahh,,ternyata dy marah gara2  dilarang naik ke gunung Agung  karena lagi haid, yah demi solidaritas kita pun putuskan untuk ga berangkat ke Karangasem dulu,sambil nunggu dinda selesai haidnya,  maka diputuskan kita belok arah ke Kuta.  bayang bayang puncak gunung Agung pun sirna tertutup selembar so*tek tak bersayap.

atas nama solidaritas akhirnya kita sedikit berbelok arah dari tujuan semula, toh gunung itupun ngga akan kemana mana juga…lagipula klo dinda ngga boleh naik jumlah kita pun akan ganjil, dan ini pun sebuah pantangan untuk gunung Agung.  satu hal yg kita semua pegang adalah aturan, bwt kita semua  gunung adalah sesuatu tempat yg harus kita jaga baik kelestarian alam maupun budayanya, terkait ada beberapa pantangan ganjil yg dinilai musrik kami ga peernah mengaggap itu sebagai sesuatu yg berlebih, kita cuma taat aturan. hal itulah yg selalu jadi dasar disemua perjalanan pendakian ke gunung manapun, seperti peribahasa yg mengatakan “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung” . 

beberapa hari di Kuta kita hanya bersantai-santai saja,  cuma menghabiskan waktu di pantai Kuta yg terkenal ke seantero dunia, bahkan bule-bule itu lebih mengenal pantai Kuta dan Pulau Bali dibandingkan dengan Indonesia, yg ada didalam pikiran mereka adalah Indonesia adalah bagian dari Bali.  dan selama disini pula kita cuma menghabiskan waktu pagi dan petang di pasirnya, sambil bercerita tentang cita-cita, mimpi, dan harapan.   yahh,,walau kalian pikir kami adalah pemuda-pemudi yg ancur dan urakan tetapi kami sedikitnya masih punya cita-cita yg seseungguhnya pantas untuk diperjuangkan,  mimpi kami adalah selalu bisa bersama-sama, dan harapan kami terhadap satu sama lain adalah untuk tetap jadi sendiri, walau sedikit naif tapi kami yakin bahwa kejujuran adalah salah satu cara mencapai kebahagian. disini juga kami menemukan bahwa persahabatan adalah suatu hubungan yg dibangun bukan atas dasar harta dan  tingkah laku,  seorang sahabat, sejatinya tidak  akan meninggalkan sahabatnya ketika miskin harta atau  iman, dan  arti persahabat adalah saling  terbuka dan percaya  satu sama lain tanpa kecuali.

Sandy, Dinda, Milo ketiga manusia ini adalah sahabat pertama gw, orang-orang yg ngajarin gw betapa hidup bukan cuma sekedar mengejar cita cita, mimpi, dan harapan sendiri,  karena menjadi manusia yg berguna untuk manusia lainnya jauh lebih mulia daripada segalanya.

banyak kejadian-kejadian lucu yg kita alamin selama kita ada di Bali,  salah satunya adalah kepergok saat memindahkan nampan sesaji yg berisi ayam bekakak dan buah-buahan ke dalam tas  backpack.  saat itu kita kepergok sama seorang anak kecil berumur sekitar 6 tahunan,  spontan  aja saat itu kita berpura-pura membereskan nampan sesaji yg sebelumnya kita acak-acak.  belum lagi adalah ketika sandy dikejar-kejar gerombolan anjing kintamani yg liar saat kita jalan ke desa Trunyan, salah satu desa yg terkenal dengan kuburan uniknya, dimana jasad penduduk yg meninggal tidak di kuburkan di dalam tanah tetapi cuma di letakan begitu saja di permukaan tanah area pekuburan.

kehabisan perbekalan

ada sedikit rasa kecewa ketika kita tahu bahwa ga bakal bisa nerusin niat kita naik ke gunung Agung karena perbekalan sudah semakin menipis, jadi kita putuskan untuk segera balik sebelum semakin lama menggelandang di Bali, dan sayangnya uang perbekalan kita cuma cukup untuk sampai Surabaya,  setelah dipikir ulang rute yg mau kita ambil akhirnya kita putuskan untuk sedikit bersilaturahmi di malang, sekalian meminjam sedikit uang di rumah salah satu teman Milo, cuma itu alternatif jalan keluar yg ada dipikiran kita, dan mudah2n temannya Milo itu ada di tempat, dan mau memijamkan sedikit uangnya untuk ongkos kita pulang, dan akhirnya berangkattt….

Jakarta, pagi hari yg bising di stasiun Senen, dan kami kembali untuk bersiap mengarungi petualangan nasib berikutnya.

kenali Negeriku,Negerimu


Assalamualaykum….

cerita berikut adalah tentang kota2 kota mana saja yg pernah gw singgahi, baik untuk kerja, liburan, backpacking, dan sekedar Transit.

kota pertama diluar pulau jawa yg gw kunjungin adalah Pontianak.  Kota ini adalah Ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, tak ada yg istimewa disini bagi gw, kurang lebih mirip Jakarta.  pengendara motor yg  disiplinnya hampir sama dengan sebagian besar pemotor di jakarta.  iklim yg panasnya serupa dengan jakarta, dan ada juga genangan air yg menghias di beberapa sudut kotanya.  sungguh kesan pertama yg sangat tidak menyenangkan.  sungguh kota yg kurang cocok bagi gw.

jalan pattimura,

Ke Pontianak, Kalimantan Barat, tidak afdol kalau tidak mampir ke Jalan Pattimura. Jalan ini pusat berbagai macam oleh-oleh khas Pontianak. Mulai makanan ringan, kerajinan tangan hingga kuliner khas Pontianak tersedia.  dan di jalan ini juga gw menemukan salah satu bis yg menghubungkan dua kota di dua negara yg berbeda, cukup dengan 350 ribu rupiah lo udah bisa sampe ke Kucing di Malaysia.  bahkan mobil mobil yg berlalu lalang disini juga ada yg berregistrasi Malaysia.

wahhh….sebenernya sebelum ke Pontianak kota di luar Pulau Jawa yg pernah gw datengin sih Bali,tapi itu udah lebih  13 tahun yg lalu, jadi ceritanya samar samar aja yg gw ingat. ada sedikit  ceritanya disini

Kota berikutnya berturut-turut ada Pangkalpinang-Toboali-Muntok.  tiga kota di pulau Bangka.  petualangan bermula di Kota Pangkalpinang,  hari sudah sore ketika pesawat mendarat di bandara Dipati amir,  sebelum mendarat sempat terlihat wajah pulau yg bolong-bolong dengan genangan air  akibat penambangan timah secara tradisional.  ahh… sungguh miris, apakah setiap rupiah yg sudah didapat dari menggerus tanah disini tidak cukup untuk sekedar menutup atau mereboisasi lahan hutan yg berlubang itu, atau manusia sekarang sudah sedemikian rakus smpai tega merusak  tanah yg melahirkannya.

sore hari selalu Hujan,

hari ini pekerjaan di kota ini sudah selesai, tak ada waktu untuk bersantai-santi, sebab dua kota berikutnya sudah menanti untuk dikunjungi,  tak ada bayangan untuk berkunjung ke pantai Parai yg terkenal atau sekedar menikmati senja di lapangan merdeka.

tujuan selanjutnya adalah kota Toboali, Toboali adalah nama kecamatan dan sekaligus nama ibukota kecamatan, dan sekarang kota toboali sebagai ibukota kabupaten bangka selatan.Dari pangkalpinang ke toboali sekitar 3 jam perjalanan dengan menggunakan angkutan umum biskota atau bisa juga naik mobil travel yg sudah banyak di kota pangkalpinang,  sepanjang perjalanan cuma pemandangan kebun karet dan lubang sisa-sia tambang yg digenangi air, ada yg janggal bwt gw di sepanjang perjalanan ini, yaitu jarang sekali kita melewati rumah-ruma para penduduk, malah lebih banyak pekuburan umum yg berjajar di pinggir jalur utama Toboali – Pangkalpinang ini, jalan utamanya pun masih sempit sehingga kadang bis harus turun aspal jika saling berpapasan di jalan ini. sebelum sampai di Toboali kita pasti melewati kota Koba, tapi kota ini sudah serupa kota mati yg ditinggal penduduknya.  padahal dulunya Kota ini adalah salah satu kota yang ramai di pulau Bangka, ketika itu timah masih berjaya di pulau ini.   jauh jauh gw datang dari kesini cuma sebungkus terasi yg bisa gw bawa pulang sebagai oleh oleh untuk my mother tercinta,ya karena disini yg khas dan terkenal adalah terasi toboalinya.

hari sudah mulaigelap ketika kembali ke Pangkalpinang, ahh,,  sungguh perjalanan bolak-balik yg melelahkan, tapi setidaknya gw masih bisa diberi nikmat sehat untuk melanjutkan perjalanan di keesokan hari.

menuju Muntok, kota terakhir yg harus gw kunjungin, jarak tempuh  perjalanan akan lebih jauh kali ini, jadi gw putuskan untuk naik mobil travel yg berangkat pukul 7 pagi,  seperti perjalanan menuju ke Toboali, pemandangan sepanjang perjalanan ke Muntok pun cuma dihiasi rimbunnya ladang karet dan pekuburan umum di kiri kanan jalan.  tapi kota Muntok ini sudah sedikit lebih ramai karena ada nya pelabuhan kapal fery yg menghubungkan kota Palembang.  jarak ke ota Palembang bila melalui jalur ini cukup 2 jam saja melalu kapal sped, tiba di Muntok hari masih pagi, sekitar pukul 9 wib, karena tadi ga sempat sarapan di hotel jadi gw coba cari sedikit asupan gizi bwt cacing pemberontak di perut gw, yg bikin sedikit mual pas sampe di warung yg ada disekitar lokasi kerja, gw yg sedikit kaget juga, ternyata warga lokal disini biasa sarapan empek-empek, wuihh canggih sekali ya perutnya…

tak ada yg menarik di daratan pulau Bangka ini, kecuali tentu saja pantainya…

 

 

 

kemudian petualangan berlanjut di tanah papua Jayapura – Timika – Manokwari. untuk ketiga kota ini udah gw bikin tulisan tersendiri, kemudian selang satu bulan kembali ke Meroke – Jayapura – Sorong – Nabire – Ambon