moksa

Di dadaku menjelma kota sejuta bahasa merajut asa tanpa takut kadaluarsa

Sepi adalah kutukan yang hinggap di kepalaku
Ketika lidah tak mampu berkata dan harapan telah kadaluarsa

Dan darah mengalir terbalik menumpah serapah daging tak bernyali

Yang menunggu busuk di lalati

kepada gunung laut dan pantai kembali aku terjatuh dari hati yang tak mampu merasakan kehilangan kembali
dan,
aku tak mau mati sbelum cintaku abadi

Advertisement
By danangradametal Posted in poem

One comment on “moksa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s